All I (N)ever Wanted

05.00


Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul: All I (N)ever Wanted
Penulis: Maida Ivana
Tahun Terbit: April 2015
Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
Perancang Sampul dan Isi: Deborah Amadis Mawa
Penata Letak: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Ice Cube, Kepustakaan Populer Gramedia
Halaman: 276
ISBN: 978-979-91-0842-5

Pernah tidak naik kelas? Merasa paling bodoh dan tidak berguna? Trix sedang mengalaminya. Tinggal di asrama SMA Fiore yang seperti penjara dengan segudang PR dan kedisiplinan tak membuat Trix yang tak seberapa pintar jadi mati gaya. Walaupun akademisnya tidak bagus, asal dia masih aktif di ekskul OSIS maupun tari, dia akan tetap bahagia.

Lalu bagaimana jika Ramona sahabat Trix juga menginginkan kemenangan dalam lomba tari? Bagaimana dengan Bastian yang menyukai Trix sementara Ramona menyukai Bastian? Belum selesai satu masalah, kepindahan Jo sepupunya membuat hidupnya yang damai mendadak ramai. Jo yang kabarnya suka membuat onar, akan kah membuat kalang kabut Trix juga?

Sebenarnya, di sini siapa yang menjadi biang onar? Jo atau.... Lalu siapakah yang benar-benar jadi sahabat baik? Ramona kah? Atau jangan-jangan ada penghianat di dalamnya....

Ketika pertama kali novel YARN ini nongol di grup, saya pede gila yakin bisa beruntung dapat dari penulisnya. Covernya Sadako banget dan saya suka. Dan akhirnya novel ini betulan berada di tangan saya. Yey!

Terus terang, tema Young Adult bukan tema yang sering saya baca. Tapi dari novel ini, saya tahu masalah remaja itu tidak melulu soal cinta.

Saya tidak suka cewek sotoy, suka ikut campur masalah orang lain. Tapi Trix beda. Dia selalu tidak tega berkata tidak dan dengan pedenya menceburkan diri ke dalam masalah orang lain. Bedanya, Trix ini berusaha membuat orang lain nyaman berada di dekatnya, main halus lah.

Ramona, sahabat Trix yang banyak mau saat latihan tari. Kaget iya karena perubahan karakter Ramona. Tapi di ending, saya jadi sadar, Ramona tidak sepenuhnya berubah.

Jo, walaupun ceplas ceplos, dia cewek yang sangat ekspresif. Daripada gemes, saya malah menikmati tingkah gilanya Jo.

Alur maju yang digunakan novel ini menurut saya sangat cocok untuk tema remaja. Konfliknya pas untuk remaja, tidak berat sampai harus mengerutkan kening.

Dari awal baca, saya tidak bisa memprediksi, di sini siapa yang sebenarnya membuat masalah. Sampai tengah saya manggut-manggut dan menuju ending saya mlogo. Wah si biang kerok dari semua masalah ternyata dekat. Saya puas karena endingnya tidak maksa, pas.

Trix, walaupun dia tidak pintar tapi dia baik. Kita tidak terlahir sempurna, ada kekurangan tapi ada kelebihannya juga. Cuma si Trix ini kadang membuat saya gemes. Dalam kegentingan kenapa dia masih memikirkan orang lain? Itulah Trix.

Jo, salut dengan aksi sabarnya dalam membantu orang lainnya. Pecicilan begitu, Jo tidak menghakimi orang lain.

Ramona, sahabat yang baik sebenarnya. Manusiawi kita marah ketika kepercayaan yang kita beri dihianati.

"Seandainya aku bisa memutar waktu, aku tidak akan melakukan apa yang kulakukan waktu itu." (Hal 94)

"Semua masalah yang menimpaku setahun ini bukan disebabkan oleh kesedihanku karena tidak naik kelas, tetapi karena aku tidak pernah menerima kenyataan bahwa aku membutuhkan usaha ektra dalam belajar untuk menyamai kemampuan teman-temanku," (Hal 268)

"Kami saling mengubah satu sama lain menjadi orang yang lebih baik. Dan itu gunanya sahabat, kan?" (Hal 272)

Kebaikan yang dimulai dengan kebohongan akan menghancurkan diri kita sendiri. Kepercayaan itu mahal. Ketika sekali saja kita menghianati, maka akan susah dan butuh waktu untuk menumbuhkan kepercayaan yang baru. Dan ketika kita tulus dalam melakukan sesuatu, maka kita akan menuai hasil dari ketulusan kita.

Catatan:
1. Kurang petik (") tutup di hal 21
2. Kapital di tengah kalimat, hal ini Tapi Sandy (Hal 96)

Empat dari lima bintang buat novel ini.

Tentang Penulis:
Maida Ivana baik dan ramah (karena mau jawab WhatsApp saya hihi). Lahir dan besar di Bandung. Usia 22 tahun (Asli saya nanya sendiri). Sedang belajar bahasa Mandarin. Twitter @ivanaphoa. Blog: sleepy-bookworm.blogspot.com

Sedikit pertanyaan saya jika bisa interview:

1. Selain karena ingin tinggal di asrama, kenapa pilih setting sekolah asrama? Jangan-jangan ngefans sama Carita de Angel? Papa ganteng Lusiano dan Tante Rambut Palsu?

2. Trix, sampai detik ini saya masih tidak tahu nama lengkapnya. Kenapa namanya Trix? Trix apa coba?

3. Kenapa novel yang dikasih ke saya tidak ada tanda tanganya???? Hwaaaa

Ji, kamu dikasih kok ya protes terus? Hehehe

Baiklah. Sampai jumpa di review saya selanjutnya....

Saya terharu sampai nangis baca ini novel. Yah, si Trix membuat saya nangis. Hebat bukan? Jangan berburuk sangka, mungkin kita sendiri jauh lebih buruk. Siapa yang tahu?



You Might Also Like

0 komentar

Komentar, yuk!