Izinkan Aku Bersujud

05.00



Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul: Izinkan Aku Bersujud
Penulis: Tyas Effendi
Penyunting naskah: Irfan Hidayatullah dan Doel Wahab
Tahun terbit: Juni, 2009
Penerbit: Mizania
Pengarah desain: Dodi Rosadi
Desain sampul: Aditya Satyagraha
Desain isi: sHerLy
ISBN: 978-602-8236-41-6 
Halaman: 214

"Ketika kau merasa dunia kosong oleh nyawa-nyawa, ingatlah bahwa Tuhan itu ada. Ketika kau kehilangan semua yang kau indahi, ingatlah bahwa Tuhan mahakekal. Ketika kau telah melukiskan potongan hidupmu dengan sempurna, ingatlah bahwa Tuhan Maha Berkuasa." (Hal 138)

Zevrin Tsadila tidak pernah menyangka pertemuannya dengan Fahiya membawa banyak perubahan. Zevrin yang seorang perawat tanpa sengaja dekat dengan Fahiya, anak angkat Mrs. Syaddah yang merupakan salah satu korban peperangan di Lebanon.

Zevrin diajak berkelana lewat tulisan Fahiya ke peperangan Lebanon. Bagaimana Fahiya akhirnya kehilangan keluarganya.

Fahiya hanya remaja 15 tahun yang mengenalkan banyak hal pada Zevrin. Mampukan Zevrin mempertahankan hatinya pada Arviga, laki-laki yang dicintainya sejak kecil? Atau kisah itu hanya masa lalu yang terganti dengan kisah baru?

Bagi yang suka dengan puisi romantis, novel ini cocok untuk menambah daftar bacaan. Bahasanya ringan dan tambahan pengetahuan tentang cahaya, kota palembang menambah nilai plusnya.

Saya juga merasakan gambaran tentang peperangan di Lebanon. Tidak berdarah-darah tapi cukup membuat saya ikut tegang.

"Ketika kau mengagungkan sebuah nama dalam tahajudmu, ingatlah bahwa Tuhan mahatahu. Ketika kau mengerti kisahmu tak selamanya, ingatlah bahwa Tuhan mahahidup. Ketika kau membisikkan tahmid sepelan suara angin, ingatlah bahwa Tuhan masih dapat mendengarmu." (Hal 150)

"Ketika kau membisikkan tahmid sepelan suara angin, ingatlah bahwa Tuhan masih dapat mendengarmu. Ketika kau menyembunyikan apa pun di sudut dunia, ingatlah bahwa Tuhan selalu melihatmu. Ketika kau melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an seindah nyanyian alam, ingat bahwa Tuhan Maha Berkata-kata...." (Hal 185)

Catatan:
1. Hal 18 Bibi Rahma harusnya Mrs. Syaddah.
2. Hal 83 harusnya tidak ada (") di "Ya, ia tidak.... Karena bukan dialog


Bagi saya, menikmati cerita ini kadang harus berhenti bernafas sejenak, haru biru menerjang, menyadari inilah cinta.

You Might Also Like

0 komentar

Komentar, yuk!