C.L.B.K – Cinta, Luka, Bersemi Kembali

13.03

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul: C.L.B.K – Cinta, Luka, Bersemi Kembali
Penulis: Feby Adriawan – Ryan Hasanin
Editor: Sisilia Triana Dewi
Setting: Elisabeth Pipit
Desain Cover: Andang
Korektor: Susy Oktaviani
Penerbit: Sheila, Penerbit ANDI
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 978-979-29-5135-6
Halaman: 262

Anggota OSIS, kelas 12, dan menjomblo adalah hal yang sangat menggalaukan terutama untuk empat orang sahabat, Joko, Mamat, Ardi dan Ikhsan. Sebelum kelulusan, mereka bertekat untuk mendapat pacar. Bagaimana cara mereka punya pacar kalau ke mana-mana selalu berempat? Bagaimana kalau mereka punya kelainan? Dan ini lah kisah mereka!

***

Itu bulrb? Bukan. Itu mah kata-kata saya aja setelah baca novel ini. Pertama tahu novel ini ya karena salah satu penulisnya, Bang Febi. Febstories, blog yang entah tahun kapan lumayan saya kunjungi. Lihat covernya, kenapa jemuran baju ya? Tapi saya suka judulnya, Cinta, Luka, Bersemi Kembali. Ada cinta dan luka yang mekar.

Novel ini menceritakan empat cowok SMA yang bersahabat. Ardi yang suka sisiran, Ikhsan si Batak, Joko yang suka cewek bertahi lalat dekat bibir, dan Mamat si Botak yang ingin jadi pesulap. Walaupun karakter beda, tapi persahabatan mereka patut diacungi. Karena pembahasannya kehidupan empat orang, porsi di masing-masing orang sudah merata sih. Kalau secara pribadi, saya suka karakter Ikhsan yang Batak kaya preman itu.

Di bab awal, yang bikin saya tertarik itu soal Jomblo Junkies (Halaman 17). Junkies itu semacam ketagihan. Dan Jomblo Junkies artinya ketagihan untuk terusan menjomblo. Mereka sampai rela lho buat brosur Jomblo Junkies supaya banyak yang masuk komunitas itu.

Sayangnya, hal yang saya tunggu-tunggu dari kelanjutan Jomblo Junkies ini nggak terealisasi. Masuk bab lain, si Junkies ini hanya angin lalu karena brosur yang ditempel di mading dibuang oleh guru. Dan apakah saya berhenti baca? Lanjut dong!

Dengan alur maju, masalah di CLBK ringan. Empat orang cowok galau mau lulus, nggak punya pacar dan mencoba berbagai cara untuk dapat pacar. Cuma itu saja sih. Sampai akhirnya ada bagian di mana cewek yang disukai Ardi malah suka sama Ikhsan. Lalu mereka berantem? Nggak sama sekali bok. Persahaban mereka itu kuat, baik, sampai masalah cewek nggak akan menimbulkan perpecahan di antara mereka. Malahan keempatnya saling bantu.

Karena terbisa dengan novel berat, jujur di sini saya belum merasakan klimaksnya. Salah saya juga sih karena berharap ada badai besar. Ya elah, cerita di sini anak SMA yang ingin cari pacar, bukan cowok dewasa yang nyari pendamping hidup. Normalnya anak sekolah kan masalah pacar dan nilai pelajaran. Mereka berempat anak baik yang nggak sampai naksir guru. Jadi sebenarnya ini kisah normal banget lah.

Setelah selesai baca, apa saya kecewa karena tidak sesuai apa yang saya pikirkan?

Nggak juga sih. Ini kembali pada selera masing-masing orang. Buku ini kurang cocok untuk saya. Tapi kalau sekadar untuk hiburan boleh deh. Yang cocok buat baca buku ini ya remaja sekolah, karena ceritanya ringan dan ya cukup menghibur. Jangan takut berurai air mata, soalnya isi novel ini hepi-hepian kok.

Saya salut untuk Bang Febi dan Ryan yang sudah berhasil menulis novel ini. Apa yang kalian tulis sudah melebur. Maksudnya ya saya nggak bisa bedain mana bagian tulisan Bang Febi, mana Ryan.

Sedikit catatan: Halaman 34, Nigsih harusnya Ningsih, dan 208 Putusin Risa harusnya Anisa. Soal baku dan tidak, ya karena di sini campuran jadi nggak terlalu bermasalah sih.

Dan akhirnya, “Tidak enak itu punya pacar tapi kita sendiri tidak suka.” (Hal 186)

Ngebet pengen punya pacar boleh. Berusaha agar punya pacar juga boleh. Tapi jangan maksain cinta. Itu prinsip mereka berempat. Bintang 3 untuk novel CLBK. Kalau ketemu Bang Febi dan Ryan, em... tanda tangan, ah sudah biasa. Mending minta traktiran soalnya mereka kan pinter banget tuh buat ide-ide cerita FTV, hehehe. Kalian udah kenal orang PH, ajak lah saya ini main FTV, hihihi #NgarepBanget.

Sampai jumpa di review saya selanjutnya!!!

You Might Also Like

4 komentar

  1. keren juga komunitas jomblo junkies

    BalasHapus
  2. Thanks yaaaa... Maafkan atas typo nya, sebenernya itu sengaja kita bikin biar di analisis sama pembaca, wkkwkwk... ngeles aja gw..

    BalasHapus
  3. Waduh saya belum baca buku ini, lihat judulnya saja sudah seru :)

    BalasHapus

Komentar, yuk!