Closed [Blogtour] Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya

19.02

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Penulis: Lugina W.G, dkk.
Penyunting: Addin, Muhajjah, Misni
Cetakan Pertama: Mei 2016
Penerbit: Diva Press
ISBN: 978-602-391-147-9
Halaman: 256

"Selaras Tiga?" Aku memancingnya dengan menyebutkan kelompok musik yang membuat kami berebut kaset pita.

Nima lalu memperhatikan lekat-lekat. Aku pun teringat pesannya: Pakaian apa yang aku kenakan, potongan rambutku seperti apa, sepatu yang aku kenakan.

Nima kemudian berdiri dari duduknya. Cepat, ia memasukkan pemutar kaset pitanya ke dalam tas lalu beranjak meninggalkanku begitu saja.

Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya merupakan kumpulan cerpen pilihan dari alumni #KampusFiksiEmas2016. Di buku ini ada 13 cerpen yang memiliki cerita yang sangat menarik.

Wajah-Wajah dalam Kaset Pita dari Gin Teguh sebagai pembuka cerita. Nima seorang gadis yang menderita Prosophenosia. Nima, menggunakan kaset pita untuk membantu mengingat wajah orang-orang yang ada di dekatnya. Dia akan tahu seseorang lewat suaranya.

Menurut saya cerita ini cukup menyentuh. Mendapat kebaikan itu biasa. Tapi saat kita mau menerima kekurangan, itu luar biasa.

Untuk cerpen Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya, saya suka. Pas lah penggambaran anak-anaknya. Tapi lumayan bikin sedih.

Cerpen yang paling saya suka, Dokumenter tentang Lelaki yang Menyekap "Seandainya" di Mulutnya karya Mbak Eva Sri Rahayu. Cerita dokumenter lelaki tua yang terlahir dari keluarga miskin dan menikahi perempuan yang pintar berdagang. Istri dan anaknya selalu wah sementara dia dengan pakaian seadanya.

"Itu semua uangku, bukan uangmu, Mas. Kamu tak berhak memakainya," (Hal 115)

Saya sedih karena sekarang banyak wanita yang seperti itu. Karena dia bisa menghasilkan uang sendiri, maka dia seenak hati menghina suaminya. Saya menangis membaca kisah ini. Ya seandainya saja....

Sebagai penutup, Kisah yang Tak Perlu Dipercaya dari Reni FZ menurut saya cukup manis. Perjalanan, bertemu orang baru lalu jatuh cinta. Apa berakhir indah? Cari tahu saja sendiri dengan membaca cerbung ini.

Secara keseluruhan, bintang 3 untuk Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya.

Mau Kumcer Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya? Ada satu lho buat kamu yang beruntung.

Foto kiriman Jiah Al Jafara (@jiahjava) pada

Ini dia syaratnya:

  • 1. Siapa saja yang bertempat tinggal di Indonesia atau punya alamat Indonesia.
  • 2. Follow akun Twitter saya @jiahjava dan @divapress01 atau like FB Penerbit DIVA Press.
  • 3. Share Blogtour ini dan ajak 3 teman untuk ikutan. Jangan lupa colek saya dan penerbitnya. Boleh lewat Twitter/FB, tag Jiah Al Jafara
  • 4. Jawab pertanyaan ini: Kenapa kalian harus punya kumcer ini?
  • 5. Jawaban di komentar dan jangan lupa tinggakan Nama, URL share dan akun/e-mail yang bisa dihubungi jika kalian menang.

Gimana? Mudah kan? Ayo ah diramein, siapa tahu kamu yang beruntung! Dan Blogtour di Jendela Rumah Jiah berakhir pada tanggal 15 Mei 2016, ya. Catet, jangan sampai lupa.


Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

24 komentar

  1. Wah mau ikut kuisnyaaa

    BalasHapus
  2. Nama : Ipeh Alena
    Link:https://twitter.com/ipehalena/status/729680170198540288
    Email : ipehalena@gmail.com


    Penasaran sama cerita Nima yg prosophenosia. Kaya gimana ceritanya. Seperti apa kisah lainnya. Apalagi cover desainnya misterius gitu. Jadi bikin penasaran.


    BalasHapus
  3. Nama : Ratnani Latifah
    URl Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/729679771504807936
    E-mail : Kazuhanael_ratna@yahoo.co.id

    Kenapa aku harus punya kumcer ini?

    Pertama aku butuh bacaan bergizi agar bisa mengisi amunisi kepala agar bisa melahirkan cerita-cerita yang bagus. Karena aku memiliki keyakinan, dari semakin banyak membaca semakin banyak ilmu yang bisa dipetik.

    Kedua karena dasarnya aku memang suka membaca, jadi setiap ada buku baru selalu tertarik untuk memilikinya. Bisa buat nambah koleksi yang siapa tahu suatu saat bisa kubuat perpustaakan dan bisa bermanfaat untuk banyak orang.

    Ketiga Tertarik dengan isi buku ini pastinya. Mengingat ditulis pada cebolan kampus fiksi emas 2016. Bagaimana cerita-cerita yang ada. Bagaimana pengolahan konflik, judul ceritanya nendang apa tidak. Twist ending atau tidak. Gaya bahasanya juga bagaimana? Adakah pesan tersirat dan tersurat?

    keempat aku harus memiliki buku ini agar nanti bisa kuresensi dan sekalian mempromosikan buku ini biar banyak yang kepincut ingin beli.

    BalasHapus
  4. Nama: Ophi Ziadah
    Url: https://twitter.com/ophiziadah/status/729845860385755136
    Email: ophi.ziadah@gmail.com
    Kenapa pingin punya buku ini?
    Karena sudah lama gak merefresh isi kepala denham cerpen2 seru.
    Lagi gak pingin baca yg panjang2 dulu...
    Temanya kumcer ini juga unik...
    Bikin penasaran

    BalasHapus
  5. Ulang URL Sharenya yaa..ts blom mention 3 orang.
    https://twitter.com/ophiziadah/status/729849514526265344

    BalasHapus
  6. Nama : Humaira
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/729887467415871488?p=v

    E-mail : humairabalfas5@gmail.com


    Jawab pertanyaan ini: Kenapa kalian harus punya kumcer ini?


    Jujur saja aku tidak terlalu menyukai kumcer, menurutku novel lebih fokus dan utuh. Tapi begitu baca sedikit reviewnya, aku merasa ini berbeda dan tertarik dengan hal tersebut. Apalagi pada tokoh Nima, gadis yang menderita Prosophenosia yang menggunakan kaset pita untuk membantu mengingat wajah orang-orang yang ada di dekatnya. Kaset pita? Kenapa tidak dengan video atau foto untuk mengingatnya? Selama ini aku cuma tahu ada orang yang memiliki masalah pada ingatannya, jadi dia selalu membawa alat perekam untuk mengingat pembicaraan apa saja yang sudah dilakukan bukan untuk mengenali wajahnya. Dan Nima ini memiliki kesulitan untuk mengingat wajah, apa selamanya ia harus menggunakan kaset pita? Bagaimana dengan terapi, tanggapan dan tindakan orang-orang di sekitarnya, juga sikap Nima mengatasi hal tersebut. So, aku benar-benar penasaran dengan kisah Nima ini.

    BalasHapus
  7. Nama: Arini Angger
    Twitter: @ariniangger
    Email: ariniangger@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/ariniangger/status/729879078421946369
    Link share ajak teman: https://twitter.com/ariniangger/status/729886511798181888

    Karena kumcer sangat bermanfaat dari segi apapun, bisa nambah ilmu untuk buat cerpen (referensi) dan gaya bahasa yang kita ketahui jadi nambah banyak, bisa jadi teman dikala sedih, senang ata gabut sekali pun. Dan yang pasti bisa ambil hikmah dari apa yang kita baca dan bisa diterapkan bila positif dalam kehidupan sehari- hari.

    BalasHapus
  8. Kurnia Dwi Pertiwi
    https://mobile.twitter.com/KDP264/status/730012601644548096
    @KDP264
    kurniadwipertiwi1@gmail.com

    Kenapa harus punya kumcer ini?

    Karena kalau punya kumcer dari blog ini, berarti itu gratis. Gratis, coy. Saya mah nggak bakal nolak gratisan :D

    Sangat jarang penulis mengangkat tema seorang yang mempunyai kekurangan,butuh imajinasi yang ekstra untuk menggambarkan sosok itu pas di mata pembaca. Dan
    Prosophenosia, saya benar-benar tidak tau nama penyakit itu berikut keterangannya. Saya hanya tau lewat review di atas. Saya lebih nyaman baca pengetahuan2 baru dari buku. Nggak terlalu baku tapi pas, nyangkut ke otak :D

    Saya punya beberapa buku terbitan diva press dan alumni Kampus Fiksi. Dan saya percaya, jebolan kampus fiksi memiliki karya yang amazing.

    Dan yang terakhir dan semoga ini di pertimbangkan dengan matang :D sebagai seorang yang 'katanya' ingin menjadi penulis. Tentu perlu buku bacaan baru. Buku bacaan segar. Apalagi ini ditulis dari alumni Kampus Fiksi. Yang mana mereka berlomba2 untuk bisa bergabung di kampus fiksi dan setelah itu belajar dari para ahli. Karena saya belum berkesempatan gabung di kampus fiksi untuk berguru sama para ahli, sama alumninya pun nggak masalah.
    belajar dengan membaca :D

    BalasHapus
  9. Celia, jadi ingat anaknya Indra lesmana, eeh salah y. Sukses ya Blogtournya

    BalasHapus
  10. Arie Pradianita | ariepradianita@gmail.com

    https://twitter.com/APradianita/status/730330551341572096

    KARENA:

    1. Kelemahan diri adalah musuh diri kita sendiri yang kadang tampil dan kadang bersembunyi. Banyak orang menutupi kelemahan diri dengan cara masing-masing, ada yang tetap tampil tersenyum, ada yang mengalihkan perhatian, ada yang mencari sumber kelemahan orang lain, yang jelas dan pasti adalah manusia ingin tampil sempurna seseuai dengan status dan kodratnya. Jika kita telah mampu mengendalikan kelemahan kita sebaiknya itu dipertahankan. Kelemahan dapat menjadi suatu sumber kekuatan dan imajinasi untuk menggali kreatifitas dan ide cemerlang. Akan tetapi kita harus berhenti mencela diri sendiri, maka kita akan lebih memperhatikan faktor-faktor positif dalam kepribadian kita. Kita akan mencari hal-hal dalam diri agar kita dapat menyukai diri kita. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga sifat optimis dan selalu introspeksi diri serta positif thinking. Jadi saya harap dengan memiliki kumcer ini, saya dapat memetik pelajaran dari seorang Nima tentang bagaimana berdamai dengan kelemahannya untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa depannya.

    2. Memperoleh kumcer itu sangat langka bagi saya, kebanyakan toko-toko buku di daerah saya mayoritas menjual novel. Bagi saya, kumcer memiliki daya tarik tersendiri karena terkandung berbagai macam kisah hanya di dalam satu buah buku saja. Biasanya saya me-ranking kisah-kisah kumcer yang pernah saya baca dalam satu buku, seperti:

    Sangat Favorit --> Saya kasih nilai 5 bintang.
    Favorit --> Saya kasih nilai 4 bintang.
    50% : 50% --> Saya kasih nilai 3 bintang.
    Biasa Saja --> Saya kasih nilai 2 bintang.
    Sangat Biasa Saja --> Saya kasih nilai 1 bintang.

    3. Saya pikir judul buku ini hanyalah sebuah idiom, ungkapan yang mempunyai arti kurang lebih memikirkan banyak hal dibenaknya. Memikirkan apa? Yang jelas sih, bukan mikirin mantan pacar yang gagal move on dari saya loh ya kakak Jiah. Ciyus. Miapah. :) Jadi dengan membaca kumcer ini, saya harap dapat mengerti lebih dalam lagi makna sebenarnya yang terkandung dari judul buku: Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya.

    BalasHapus
  11. Nama : Ahmad Rosyid Mustaghfirin
    Link Share : https://twitter.com/ahmadrosyidmus/status/730582428729802752
    Email : mustaghfirin.arrosyid@gmail.com

    Kenapa kalian harus punya kumcer ini? Karena saya ingin membaca kehidupan. Kehidupan yang dipetik dari persoalan di dunia nyata, dan dibubuhkan ke dalam jalan-jalan cerita yang bisa dilalui untuk kembali ke dunia semula, dengan peroleh sececap bekal dan renungan.

    Kumcer Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya ini adalah cerita-cerita terpilih dari project KampusFiksiEmas2016 sebagai peringatan ulang tahun Kampus Fiksi yang ketiga. Kalau tidak salah, ada 120 lebih cerpen yang diikutkan dalam project ini. Dan hanya 13 yang terpilih dan dibukukan. Tentu ketigabelas cerpen ini membawa kehidupan yang berbeda-beda. Seperti yang dikatakan oleh M. Aan Mansyur pada kalimat pengantar, "Cerita-cerita pendek di kumpulan ini telah berusaha dengan baik menarik lepas persoalan kecil dari satu dunia besar kemudian menjadikannya jalan masuk baru bagi pembaca untuk kembali ke dunia dari mana cerita itu berasal". Namun, sedikit saya sayangkan, ketika di acara kampusfiksiemas2016 di Nanny de Resto kemarin, buku kumcer ini tidak disinggung sama sekali. Di sana hanya mengumumkan cerita terpilih saja dan penyerahan bingkisan kepada sang empunya cerita.
    Dari kata pengantar Daeng Aan Mansyur--yang diposting di blog divapress--saya menjadi lebih tertarik lagi dengna buku kumcer ini. Pasalnya, Daeng Aan memaparkan bahwa cerita-cerita dalam kumcer ini lahir dari persoalan kecil yang lepas dari pandangan mata kita. Itu berarti, kumcer ini membawa kehidupan. Dan memang benar, beberapa penulis dari kumcer ini mengakui bahwa ceritanya lahir dari ketidaksengajaan mata mereka melihat lingkungan sekitar. Dan saya ingin membacanya.
    Sebagai seorang yang sedang belajar menulis, tentu kumcer ini bisa menjadi referensi bagi saya pribadi untuk menuliskan cerita yang bermakna. Seperti yang saya yakini, bahwa sastra itu berisi tentang nilai-nilai kehidupan. Saya ingin menulis cerita yang tidak hanya sekadar fiksi, namun fiksi yang membawa nilai-nilai filosofis, kemanusiaan, dan kehidupan.

    BalasHapus
  12. Alfiani Z Fitri
    https://twitter.com/falfanyfitri/status/730593135319900160
    @falfanyfitri
    alfiani.fitri901@gmail.com

    Kenapa saya harus punya buku ini?

    Pertama, saya sudah lama tertarik dengan Kampus Fiksi. Saya merasa harus banyak belajar dari para alumninya. Dan salah satu jalannya dengan memiliki dan membaca antologi cerpen ini.

    Kedua, saya suka mengoleksi dan membaca buku kumpulan cerpen. Menurut saya menarik. Dalam satu buku menemukan banyak kisah yang berbeda. Pun hikmahnya. Dan saya penasaran, kisah-kisah apa sajakah yang disuguhkan di balik cover kuning cerah ini.

    Ketiga, karena endorsement dari Aan Mansyur. Bukan. Saya tidak menilai subjektif karena dari orang yang terkenal di dunia literasi. Tetapi karena kutipan endorse-nyalah yang membuat saya tertarik.

    "Cerita-cerita pendek di kumpulan ini telah berusaha dengan baik menarik lepas persoalan kecil dari satu dunia besar kemudian menjadikannya jalan masuk baru bagi pembaca untuk kembali ke dunia dari mana cerita itu berasal."

    Menarik, dan bahkan cerita-cerita pendek itu tidak kalah menarik!

    Maaf saya punya terlalu banyak alasan untuk sekadar memiliki buku ini. Tetapi kak Jiah tidak boleh punya alasan tidak memilih saya untuk mendapatkan novel ini. Ehehehe. Terimakasih kesempatannya kak! ^^

    BalasHapus
  13. Nama : Yohana siallagan
    URL share :
    akun/e-mail : @MrsSiallagan

    saya sangat penasaran dengan kumcer ini .Penasaran sekali dengan jalan cerita .Review diatas hanya sekilas dan itu membuat saya bertanya-tanya bagaimana jadinya Nima , karakternya dan apa yang menyebabkannya ? resikonya pastinya dan endingnya . Apa yang terjadi pada celia ? Sepertinya cerita kumcer ini sangat menyentuh berdasarkan
    ''Mendapat kebaikan itu biasa. Tapi saat kita mau menerima kekurangan, itu luar biasa.'' hal tersebut memang benar , tidak semua orang mau menerima kekurangan diri sendiri selalu mengeluh ,menyalahkan diri padahal masih banyak orang yang tidak punya .Selalu bersyukur dan berpikir positif . Saya kira kumcer ini memberikan pesan yang luar biasa kepada pembacanya

    BalasHapus
  14. Nama: Diah
    Twitter: @She_Spica
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/730795668743192576

    Kenapa harus punya kumcer ini?
    Karena saya tergelitik dgn makna kiasan gelas-gelas di kepala si Celia. Judulnya aja udh bikin saya menerka2, gelas-gelas kaya gmna tuh yg bisa nyangsrang di keala orang? ditambah sinopsis tentang sosok Nima yg bisa dibilang memiliki penyakit langka yg jarang sekali terjadi namun trnyata ada di sekitar kita.
    Sepertinya buku ini memiliki pesan yg baik yg ingin disampaikan kepada pembaca atas kesadaran dan kepedulian kita trhadap orang2 di sekitar kita (baiklah, saya malah mulai menerka2 lagi 😑), tapi yg pasti kenapa saya harus punya kumcer nih karena pertama saya ingin mengatahui karya2 mahasiswa jebolan KampusFiksiEmas2016 yg katanya dalam kuncer ini terpilih para penulis terbaik dari yg baik-baik.
    Kedua, saya belum pernah membaca buku terbitan Diva Press karna bisa dibilng di toko buku daerah saya ini kurang lengkap, dan hanya ada buku2 dari sebagian penerbit saja (Diva Press tidak trmasuk), hingga rasanya sulit sekali ingin mencoba merasakan karya2 Diva Press ini.
    Yg terakhir, karena saya sama seprti peserta GA lainnya yg hanya manusia biasa dan dipenuhi rasa kepo akut super parah terhadap cerita2 kumcer di dalamnya.
    Terima kasih 😊

    BalasHapus
  15. Putri Prama A.
    https://twitter.com/PutriPramaa/status/731051962901225473
    @putripramaa

    Kenapa saya harus punya kumcer ini?
    Karena saya harus belajar berbagai macam teknik menulis dari kumcer ini. Karena keharusan itu, mau tidak mau harus punya kumcer ini. Kenapa saya harus belajar dari kumcer ini? Karena cerita pada kumcer ini merupakan cerpen-cerpen terpilih dari anggota #KampusFiksi. Seperti yang diketahui, #KampusFiksi merupakan tempat belajar yang baik untuk menulis, dari sana terlahir banyak penulis-penulis yang memiliki teknik menulis yang memukau.
    Saya masih merasa tidak memiliki teknik menulis yang memukau sehingga perlu belajar dari kumcer ini. Selain teknik menulisnya, saya ingin belajar ttg cara membangun cerita yang sederhana namun unik dan menarik. Dari reviewnya, dijelaskan kalau ada cerpen yg menceritakan orang yang tidak bisa melihat wajah orang. Unik sekali, saya penasaran dengan cara penulis menuliskan kisah itu.
    Ini mungkin alasan dan keinginan mainstream, tapi saya percaya kegigihan saya tidak mainstream. Saya ingin menjadi penulis, jadi harus belajar dari penulis-penulis lain, meskipun proses saya tidak terlalu terlihat karena tulisan saya hanya saya simpan sendiri. Mungkin Kak Jiah mau baca tulisanku?

    BalasHapus
  16. Vivi Mubarokah
    link: https://twitter.com/vivion16/status/731058092138369024

    email: vimubarokah16eu@gmail.com twitter: @vivion16

    Kenapa ingin punya?
    Soalnya kepingin baca lebih banyak buku. Saya juga sempat datang ke acara Kampus Fiksi Emas 2016 sendirian dari Bandung ke Yogya dan diperkenalkanlah kumcer ini di acara tersebut. Cukup penasaran dengan cerita-ceritanya. Judulnya menarik juga.

    BalasHapus
  17. Khoyul
    https://twitter.com/JKhoyul/status/731061902785142785
    Jukhoyul@gmail.com

    Aku sedang belajar menulis cerpen sastra, jadi harus banyak membaca juga. Karya dari anak-anak KF bisa jadi panduan untuk belajar.

    Soalnya mau ikut Kampus Fiksi belum kesampaian. Baca bukunya saja dulu.

    BalasHapus


  18. Nama : Daisy S
    Link share : https://twitter.com/Daisy_skys/status/731294567979327488
    Email : Stupidliar367@gmail.com

    1.alasan utama saya adalah karena kumcer ini merupakan kumpulan cerpen pilihan dari alumni #KampusFiksiEmas2016 .Menurut saya cerpen cerpen dari jebolan kampus Fiksi ini bisa jadi refrensi .Saya sendiri suka menulis cerpen tapi ya masih amatiran gitu . Saya ingin belajar lebih dalam lagi supaya suatu hari nanti cerpen saya bisa dimuat dimedia cetak nasional ataupun tergabung dalam buku antalogi .Syukur syukur kalau nanti saya juga bisa menjadi bagian dari Kampus Fiksi .

    2. Jujur saja saya tidak membatasi jenis bacaan saya .Mau itu novel ,komik , bahkan kumcer sekalipun . Mengingat aktivitas saya sebagai pelajar yang lagi padat - padatnya mempersiapkan diri menghadapi UKK ,jujur saya lagi malas baca novel yang ceritanya utuh soalnya nggak mungkin bakalan selesai sekali duduk . Dan baca kumcer bisa jadi solusi yang tepat . Apalagi setiap kisah yang disajikan kelihatannya menarik banget .

    3.Prosophenosia
    Ini nih yang membuat saya makin penasaran .Ini adalah pertamakali saya menemukan penyakit Prosophenosia .Bagi saya ini adalah nilai plus yang membuat saya benar - benar tertarik untuk membaca kumcer satu ini .

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://twitter.com/Daisy_skys/status/731351205503344640 ini link share yang betul

      Hapus
  19. Nama : Miftahur Rizqi
    URL Share :
    https://twitter.com/MR_Laros/status/731767571381391361
    Email : miftahurrizqi2@gmail.com

    Jawaban alias Answer :
    ...................................... eh, pertanyaannya apa tadi?
    Kenapa kalian harus punya kumcer ini?

    karena aku ingin yang gratisan *jujur. kedua, aku suka dengan cover yang keliatan unik bagiku. ketiga aku penasaran dengan kumcer atau KUMpulan CERita yang satu ini. karena aku sebelumnya belum pernah baca buku kayak yg begini ini. kebanyakan sih aku bacanya novel. TAPI...... melihat ada yang gratisan aku langsung ingin memilikinya. dan setelah aku baca review diatas yg tidak puanjang lebar, aku begitu tertarik dan selalu penasaran dgn cerita yg ditulis Lugina W.G. dan kawan-kawan ini. dan yang terakhir aku ingin menambah mengkoleksi buku-buku dari Penerbit Diva Press.

    semoga aku beruntung bisa dapat Kumcer Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya yg gratisan ini, aamiin.
    walaupun yang ikutan banyak banget dan bagus-bagus jawaban nya.

    BalasHapus
  20. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Link tweet: https://twitter.com/chynrm/status/731844229652078592

    Alasan aku mau dapat kumcer ini karena aku nggak punya banyak referensi buku kumcer untuk aku baca. Aku juga suka lho baca kumcer. Enak bisa dapat banyak cerita dalam satu buku. Tapi belakangan ini aku lebih sering baca novel. Haus juga sama cerpen. Hitung-hitung buat belajar nulis cerpen kalau bisa banyak baca cerpen. Apalagi ini dari KF EMAS. Pasti isinya memang pilihan.

    Dalam 1 buku ini berisi 13 kumcer. Sepertinya pada punya benang merah yang sama. Temanya menarik, tentang orang yang punya penyakit anti mainstream. Dibilang pula kalau isinya menyentuh. Uhmm, buku yang dapat menghangatkan hati pembacanya dikala serbuan badai kegalauan. Ehehehe~

    BalasHapus
  21. Nama : Salwa Balfas
    Link share : Lihat Tweet @Safaira01: https://twitter.com/Safaira01/status/731864366501371905?s=09
    Email : salwabalfas4@gmail.com

    Jawaban: karena aku tertarik dengan judulnya. Pasti banyak cerita-cerita yang bagus didalamnya. Membaca sedikit tentang kisah kehidupan Nima yang menderita Prosophenosia saja sudah membuatku tertarik dan penasaran. Apalagi ini adalah kumpulan cerpen-cerpen yang terpilih dari project #KampusFiksiEmas2016 isi cerpennya pasti keren semua.
    Thanks, semoga beruntung :)

    BalasHapus
  22. Terima kasih apresiasinya, Mbak Jiah <3

    BalasHapus

Komentar, yuk!