Ubur-Ubur Kabur

05.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul: Ubur-ubur Kabur
Penulis: Devania Annesya
Editor: Benedista Rini W
Setting: Alek
Penerbit: Sheila, Penerbit Andi
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-979-29-1601-0

Aurelia Aurita, single, 22 tahun yang belum pernah pacaran tiba-tiba ketemu cowok yang menurutnya adalah tipe dia banget. Tingkah konyolnya Daniel ini bikin dia tambah cute. Sayangnya, Aurel merasa ada banyak hal yang berbeda diantara mereka dan sulit disamakan. Disaat galau, eh cinta pertama Aurel, si Arlodi datang. Hem, kira-kira siapa yang bakal menangin hati Aurel?

Foto kiriman Jiah Al Jafara (@jiahjava) pada


"Kau tidak perlu menyakiti hati yang tidak perlu kau sakiti atas keputusanmu," Hal 172

Baca novel ini itu, bikin setres. Entah kenapa saya merasa karakter di novel ini nggak ada yang waras, absurd, gila semua. Jelek dong?! Tidak sama sekali. Justru kita akan ketawa-ketiwi karena tingkah konyol mereka. Untungnya saya kenal penulisnya sudah lumayan lama dan baru baca novel pertamanya ini. Mungkin saja kalau dari awal baca ini, saya akan ilfeel.

Cerita di sini sebetulnya kisah cinta yang sudah banyak diangkat ke dalam buku. Tapi, komedi di dalam setiap karakternya sangat menghibur.

Aurel dan Daniel, pasangan yang akhirnya memulai hubungan baru. Setiap orang punya masa lalu, begitu juga mereka. Aurel dengan Lodi, dan Daniel dengan Andrea. Ketika kita setuju dengan hubungan baru, artinya kita harus mau nggak mau ya menerima masa lalu pasangan kita. Sayangnya, semua itu nggak akan mudah.

Mereka masih muda, kemarahan, cemburu akhirnya membuat mereka berhenti untuk mencari penyelesaian. Huh, memang kalau marah sebaiknya diistirahatkan dulu biar adem. Lalu bagaimana akhirnya? Baca sendiri ye!

Dari novel ini, saya paling suka karakter Lukas. Dia membuat saya bengong, ketawa sampai nangis dengan kepolosannya sebagai anak kecil. Cocok bukan berarti semuanya sama. Kadang, perbedaan itu yang membuat kita saling melengkapi.


Sampai jumpa! Happy Blogging!

You Might Also Like

4 komentar

  1. Wah bagus bukunya, sepertinya ini bisa jadi bahan baca saya selanjutnya sambil nunggu waktunya buka puasa.

    BalasHapus
  2. aku blogwalking pemirsa gara2 postingan ini
    euh heartchime udah kaya apa nih berdebu :")

    BalasHapus

Komentar, yuk!