Norak-Norak Bergembira

18.50

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Penulis: Dewi Rieka, dkk
Penyunting naskah: Ahmad Mahdi dan Dian Hartati
Tahun terbit: 2012
Penerbit: Penerbit Pastel Books
Halaman: 184
ISBN: 978-602-8994-83-5
Rating: 3,5

Dulu, gue berpikir, dengan berbekal bahasa Inggris, gue bisa melanglang buana ke mana saja, ngomong sama siapa saja. Gue yakin, orang-orang pada ngerti, apalagi orang Jerman yang (gue kira) pintar-pintar. Gue enggak nyangka sama sekali ketika sampai di Jerman ... mendingan gue ngomong sama tembok, deh.

Foto kiriman Jiah Al Jafara (@jiahjava) pada

***

Ke luar negeri, apalagi buat jalan-jalan, siapa yang nggak pingin coba? Saya bisa ke luar kampung aja norak, apalagi luar negeri? Ya mungkin kaya di buku ini, Norak-Norak Bergembira.

Buku ini merupakan catatan traveling dari penulis-penulis gokil. Cerita di sini, norak, lucu, dan bikin geleng-geleng. Ada 8 cerita antara lain:

1. Ketika Wong Dusun Pergi Umrah by Dewi Rieka
2. Guru Gadungan by Indradya S.P
3. Mengejar Martabak Mesir by Arif Kurniawan
4. Norak-Norak Bergembira by Iwok Abqary
5. Bisa ... Salah, Enggak Bisa ... Bermasalah by Beby Haryanti Dewi
6. Katrok Goes to Hong Kong by Dian Kristiani
7. Orkesta Ludah di China by Ariyanto
8. She's a Man by Ariyanto

Banyak pesan moral dan warning dari perjalanan norak mereka. Yang paling saya suka itu cerita, Bisa ... Salah, Enggak Bisa ... Bermasalah.

Berpikir bahwa dengan bahasa Inggris kita bisa melenggang santai di luar negeri itu kurang tepat. Ada banyak negara yang lebih suka memakai bahasa mereka ketimbang Inggris salah satunya Jerman.

Ceritanya, si Mbak Beby ini tinggal di Jerman dan dia pede banget ngobrol pake Bahasa Inggris. Yang diajak ngomong ngedumel dong dan intinya nyuruh dia pake Bahasa Jerman aja. Dianya lalu ikut kursus dan sampai fasih. Dan saat sudah fasih dan ngerti, eh malah berantem sama orang Jerman. Aduh-aduh! Cepe deuh! Mbaknya ini tinggal di daerah Jerman Timur dan agak kena diskriminasi gitu. Nasib deh ah!

Kita nggak pernah tahu dengan cara apa dan bagaimana untuk bisa ke luar negeri. Mungkin dengan sekolah, jadi guru, tugas kantor, dapat tiket geratis atau nabung sampai bertahun-tahun. Banyak jalan menuju Roma, iya kan?

Jangan putus asa kalau kamu punya mimpi buat ke luar negeri. Meski norak, ya nikmati aja deh!

Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

1 komentar

  1. hehehe, orang Jerman emang sukanya make bahasa mereka sendiri. makanya pendatang wajib belajar bahasa Jerman. :D

    BalasHapus

Komentar, yuk!