All the Single Ladies - Pasangan Sempurna

07.55

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Penulis: Jane Costello
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penyunting: Yohannes Wijadja
Tahun terbit: 2012 - 2014
Penerbit: Simon & Schuster, UK - Dastan Books
Halaman: 512
ISBN: 978-602-247-149-3
Rating: 3,5

Dewasa

Samantha Brooks hancur ketika Jamie laki-laki yang dipacarinya selama enam tahun tiba-tiba memutuskannya. Jamie yang seorang petualang merasa kurang nyaman dengan pekerjaan kantor padahal dia sangat ahli. Jamie ingin berpetualangan kembali dan membeli tiket sekali jalan ke Amerika Selatan.

Foto kiriman Jiah Al Jafara (@jiahjava) pada


Sam tak mau menyerah, dia harus mendapatkan hati Jamie kembali. Semua orang, keluarga, sahabat berpikir bahwa mereka berdua adalah pasangan yang sempurna dan mati-matian membantu mempersatukan mereka kembali. Banyak cara yang Sam lakukan termasuk mengikuti Situs Perjodohan Online.

Ben, pria kebalikan dari Jamie. Dia memesona dan menurut Sam itu sangat sempurna untuk membuat Jamie cemburu. Lalu, benarkan Jamie akan cemburu? Bagaimana dengan Ben?

***

"Apakah memang sebaiknya sesekali kita harus merelakan sesuatu pergi?" (317)

Baca novel ini kok rasanya pas banget dengan suasana hati saya yang agak kacau. Novel ini saya beli saat ada Pameran Buku di Jepara bulan Oktober lalu. Covernya ceria dan ya lumayan buat tambahan koleksi novel terjemahan saya, hehehe.

Ini adalah novel seri dan sayangnya saya cuma dapat seri ini saja. Tokoh utama, Sam dengan kegalauannya. Bagaimanapun dia jelas kaget wong 6 tahun kayanya baik-baik saja kok putus. Awal baca si Jamie, saya udah geregetan. Kok tega sih sama si Sam? Kenapa harus putus gara-gara mau mbolang?! Lalu ada si Ben yang alhamdulillah manis dan baik. Padahal ya saya ngarep dia agak badboy dikit, wahahaha.

Alur maju dan sedikit flashback saat Sam bertemu Jamie menarik. Masalah utama memang pada Sam, tapi ada masalah lain disekitar seperti tentang Julia, Kakak Sam, Ellie, Jen, Luke, sahabat Sam, dan juga tentang pekerjaan. Ada beberapa adegan humor yang bikin saya ngakak seperti saat Sam menggoda Jamie dan tiba-tiba terdengar suara angin. Lucu tapi bikin kita strong juga.

Terus terang ada bagian yang tidak sesuai harapan saya. Namanya genre romance eh di halaman 500 mau ending malah bikin jengkel. Tapi kalau dipikir, tak masalah sih jika Sam pilih itu. Hayo kira-kira apa itu?

Mungkin kita merasa harus memperjuangkan sesuatu, tapi sesuatu itu betul sangat diinginkan atau hanya sebuah obsesi? Pikirkan itu.

"Jika kau menginginkan seorang pria, kau harus berhenti mengiriminya pesan setiap menit. Berhentilah mengejar-ngejarnya dengan meneleponnya. Dan jangan melakukan apa pun yang membuatmu begitu terobsesi," (112)

"Kadang-kadang walau kau sudah melakukan segalanya dengan benar, kehidupan masih saja tak berjalan sesuai dengan kehendakmu. Itulah letak kesulitannya bila sudah berhubungan dengan manusia. Sikap manusia sulit ditebak." (65)

Dari sini saya belajar bersikap. Mungkin di luar sana ada orang yang mengaku mencintai dan meminta saya untuk selalu membuka hati karena dia belum siap menghadapi masalah berdua. Seperti Sam, saya hanya manusia dan ada keterbatasan dalam banyak hal. Memilih menunggu atau memulai dengan orang baru sama kemungkinannya. Yang jelas, "hidup terus berjalan, dengan atau tanpa dirimu. Bahwa aku sudah bertekad untuk menjadi seseorang yang bahagia dan positif seperti biasanya." (176)

Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

0 komentar

Komentar, yuk!