Singapore Begins

08.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul Buku: Singapore Begins
Penulis: Agata Barbara
Penyunting: Anida Nurrahmi
Penerbit: Ice Cube
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 978-979-91-0843-2
Halaman: 229
Rating: 3,5

Pernah tes IQ? Pernah. Bagaimana dengan Tes kepribadian?!


Kanna tak pernah menyangka bahwa orangtuanya akan memberinya tes kepribadian. Tesnya tak ada masalah, yang ada problem itu hasilnya yang menunjukkan bahwa dia terlalu mandiri, sulit percaya pada orang lain, sulit mengekspresikan diri sendiri dan tertutup.

Karena tes itu akhirnya dia dikirim ke Singapura, sendirian. Oke dia tak masalah jika sendirian. Tapi apa jadinya jika dia tinggal dengan ibu kos yang centil ditambah 5 housemate yang sangat berbeda dengannya? Apa dia akan tahan hidup di Singapura?

Setelah baca  All I (N)Ever WantedMuara Rasa, dan Remedy akhirnya saya bisa baca seri Yarn lain dari Ice Cube berjudul Singapore Begins. Memang novel lama, tapi lumayan buat hiburan.

Novel remaja ini menjadikan Singapura sebagai lokasi yang sayangnya kurang banyak dieksplor. Ya mereka memang belajar bukan traveler sih. Tapi alur maju dan cukup ringan dibaca.

Karakter di novel ini unik semua mulai dari Kanna -Indonesia- gadis mandiri, Sally -California, AS- gadis cantik yang fashionable, Kim Joon Hee -Korea- si cowok tampan, Paresh -India- cowok jahil dan caper, Goptanisagorn atau G -Thailand- cowok penyayang binatang, Cantika si Kakak Kos dan Mei Ling, si gadis imut dari Tiongkok. Itu yang serumah. Karakter lain ada Gabriella dan juga Jun.

Secara keseluruhan novel ini menarik dan masalah yang diangkat itu tentang keseharian kita dan selalu jadi masalah dari waktu ke waktu yaitu perundungan. Kanna yang difitnah gara-gara Joon Hee. Kok bisa?! Dari pada nangis, novel ini juga menghadirkan sedikit komedi.

Bukan hanya perundungan, ternyata masing-masing mereka punya masalah sehingga akhirnya dikirim ke Singapura. Dengan segala kesulitan, akhirnya malah bikin mereka kompak walaupun di awal jelas mereka tidak terlalu akur. Mau bagaimana lagi, mereka punya kepala dan pemikiran yang berbeda.

Baca novel ini mengingatkan saya di awal sekolah setelah SD di mana harus keluar rumah bahkan tinggal dengan orang lain yang bukan sedarah. Perselisihan, pertengkaran dan mungkin saingan itu ada. Tapi seringnya kita saling membantu karena memang sama-sama jauh dari rumah. Awalnya tak begitu dekat, lalu waktu berpisah ternyata menyedihkan juga. Yang jelas, tinggal bersama mereka membuat banyak perubahan dalam diri saya seperti yang dialami Kanna.

"Orang yang tertawa paling nyaring pernah merasakan kesepian yang dalam" (Hal 217)
"Orang yang kehilangan akan menghargai dan menjaga segala hal kecil yang mereka miliki" (Hal 218)
"Orang yang dijatuhkan bangkit menjadi orang yang lebih kuat dari sebelumnya" (Hal 218)
"Orang yang sering tersakiti mengerti akan penderitaan orang lain" (Hal 219)
"Orang yang sulit memercayai siapa pun akan memercayai sahabat-sahabatnya seumur hidup" (Hal 220)

Kadang yang namanya cinta itu tak perlu diungkapkan dengan kata-kata. Kita hanya perlu merasakan dan lihat bagaimana mereka peduli dengan kita. Dan saat ada orang lain yang melakukan keburukan pada kita, sebenarnya kita berhak untuk membalas seperti yang dia lakukan. Tapi jika membalas, lalu apa bedanya kita? Bukannya artinya sama saja?

"Ada banyak hal di dunia yang tidak bisa kau atasi hanya menggunakan kepala dinginmu. Kau harus mengerti dan memahami," (Hal 100)
Kalian sudah baca novel ini? Atau baca seri Yarn lain? Share yuk!

Sampai jumpa. Happy blogging!



Read and Review Challenge 2017 Young Adult Literature

You Might Also Like

0 komentar

Komentar, yuk!