Venus

08.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul Buku: Venus: Duka Lara si Anak Cantik
Penulis: Torey Hayden
Penerjemah: Ary Nilandari
Penyunting: Pangestuningsih
Tahun Terbit: 2002/2004
Penerbit: Harper Collins Publisher/Qanita
Halaman: 612
ISBN: 979-3269-14-6
Rate: 3,5


“Dia berada di atas tembok batu yang memagari sisi barat halaman sekolah. Bersantai dengan satu kaki terjulur dan satu lagi ditekuk. Anak Cantik!” Halaman 11.

Sebagai guru sekolah luar biasa, kali ini Torey mendapat tantangan baru yaitu Venus. Venus berasal dari keluarga yang berantakan, berusia sekitar 6/7 tahun. Tak jelas apa yang dia derita. Katonik, seperti tanaman, diam, tidak merespon apa yang ada di sekelilingnya.

Torey tidak banyak berharap tapi tak mau menyerah juga. Nah, apa sih yang akan dilakukan Torey?

Tadinya saya berharap bisa menemukan buku lanjutan dari kisah Sheila karya Torey Hayden. Namun setelah saya cari di komputer ternyata tak ada. Kecewa sih lalu akhirnya saya mengetik nama penulisnya dan menemukan Venus yang dari sampulnya terlihat misterius. Saya penasaran, akan di bawa ke mana kali ini?

Jika Sheila adalah bocah cantik seperti boneka Barbie berkulit putih, Venus ini sebaliknya. Dia gadis cantik dengan kulit gelap dan rambut keriting dan pendiam, diam banget. Dari keluarga sama-sama bermasalah. Jika Sheila hanya punya Ayah, Venus ini punya Ibu dan saudara yang banyak.

Buku ini hitungannya adalah kegiatan satu tahun, 2 semester. Saat itu Torey punya 5 murid tetap dan murid lain yang hanya datang lalu pergi. Lima murid tetapnya yaitu Venus, Billy, Jesse, dan si kembar Zane dan Shane. Kelimanya punya masalah sendiri-sendiri dan jelas bikin Torey mumet karena tingkah mereka.

Alur yang dipakai maju, sedikit cerita lalu saat Torey mengingat dirinya ketika mengajar di kelasnya yang lama dengan murid yang berbeda.

Walaupun judulnya Venus, tapi masalah yang diungkap lebih umum yaitu bagaimana Torey menyatukan anak-anak didiknya dan juga dirinya dan Julie, asistennya. Venus penting, tapi karena dia lebih banyak diam, jadi porsinya enggak seperti cerita Sheila.

Banyak hal yang Torey lakukan untuk membuat anak-anak akur seperti lahirnya Geng Tupai, lampu lalu lintas sampai bernyanyi, hal yang kurang Torey suka tapi ternyata diminati anak-anak. Mereka yang awalnya saling pukul dan berbicara kasar secara perlahan menjaga sikap.

Untuk Venus, dia ternyata tertarik dengan komik She-Ra, Sang Dewi Kekuatan. Perlahan Venus mulai bergerak bahkan merespon. Torey terus mencoba tapi ketika maju, Venus tidak berangkat sekolah lalu tak merespon lagi hingga dia harus memulai dari awal. Belum selesai dengan Venus, ternyata Julie sang asisten tidak setuju dengan penggunaan komik She-Ra dalam membantu Venus. Menurutnya sang pahlawan yang bertubuh putih tidak cocok dengan Venus yang hitam.

Baca buku ini entah mengapa saya gemes sendiri sama si Julie. Cara dia dan Torey dalam mengajar itu beda banget. Kalau Torey itu tegas, Julie itu lemah lembut. Menghadapi anak-anak memang harus sabar, tapi lihat situasi juga. Ada kalanya kita harus tegas, menunjukkan pada mereka bahwa apa yang dilakukan itu baik atau apa yang dilakukan itu salah.

“Manusia tidak merasa penuh kasih dan tenang setiap saat. Manusia terkadang merasa jengkel atau marah atau lelah atau kecewa, dan semua itu menjadi bagian dari kita juga. Dan sekalipun kita perlu mengendalikan emosi-emosi itu agar tidak menyakiti orang lain, itu tidak sama seakan-akan semua emosi itu tidak ada. Dan tidak salah kalau kita merasakan emosi seperti itu. Kita mengatakan kebohongan emosi ketika kita bertindak seakan kita tidak mempunyai perasaan-perasaan ini.” Halaman 265.

Anak-anak ajaib Torey di kelas ini cukup membuat saya kagum walau bicaranya aneh-aneh. Saya tak tahu, apa anak-anak istimewa memang seperti itu. Mereka hebat asal ditunjukkan caranya dan penanganan yang tepat sesuai minat mereka.

Ending, untuk cerita Venus sendiri saya kurang merasa puas. Banyak hal yang ditutupi bahkan Torey sendiri tidak tahu. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Yah mungkin saya terlalu kepo dengan kehidupan pribadi orang lain.

Secara keseluruhan, saya suka dengan gaya mengajar Torey dan caranya menghadapi masalah serta perbedaan. Kalau ketemu Torey, saya mau dikenalin sama anak-anaknya yang hebat itu.

Saat kalian jadi orangtua dan merasa lelah dengan anak-anak, saya rekomendasikan buku-buku Torey salah satunya Venus ini untuk belajar sabar. Kalian sudah pernah baca buku ini? Atau buku Torey Hayden yang lain? Share yuk!

Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

18 komentar

  1. Aku kayaknya setipe sama Julie, deh. Pas banget nih buat aku, belajar menghadapi banyak anak yang berbeda-beda. Di perpusda ada gak ya???
    Hmm

    BalasHapus
  2. Berarti buku ini ditulis dari kisah nyata penulis ya? Menjadi guru di sekolah luar biasa tentu bukan hal yang mudah. Di sisi lain, sang guru juga akan mendapatkan pengalaman yg tidak biasa seperti Torey.

    BalasHapus
  3. Torey Heyden ini aku merasa sangat familiar tapi bukunya kayaknya belum punya baca. Apa buku ini termasuk buku fiksi atau non-fiksi? Soalnya kalo dibaca di atas lebih ke non fiksi ya? Tentang pengalaman Torey mengajar di sekolah luar biasa.

    BalasHapus
  4. Aku belom bacaaaaaaaa
    Kenal Torey pun dari Kak Jiah 😆

    Berarti buku ini recommended banget ya buat calon guru dan guru yang bingung gimana cara mendidik anak. Kayaknya cocok juga buat aku 💚

    BalasHapus
  5. Saya belum pernah membaca bukunya Torey Hayden. Sepertinya isi buku itu, merupkan pengalaman pribadi penulisnya, ya? Kebayang, seberapa banyak stok kesabaran Torey ketika menghadapi anak-anak yang luar biasa itu ya...

    BalasHapus
  6. Aku juga belum pernah baca bukunya Torey kayaknya. Menarik ya sepertinya, akan banyak menyimak karakter-karakter unik di buku ini ya mungkin. Anak-anak yang luar biasa bertemu dengan guru yang tegas dan pengertian :)

    BalasHapus
  7. aku belum pernah baca karya-karya kak torey deh keknya. aku memang sejenis orang yang jarang baca novel, lebih suka komik :)

    dari deskripsi di atas kayaknya karya torey bagus ya

    BalasHapus
  8. Pernah baca buku ini, dulu banget, jadi keingetan lagi

    BalasHapus
  9. Saya baca Sheila dan Venus, baguus banget

    BalasHapus
  10. Membaca review tentang Venus ini, membuat saya teringat dengan sebuah film. Great Teacher Onizuka, film Jepang yang benar-benar membuatku teringat akan cara pengajaran yang sangat baik. Dia benar-benar menamparku tentang banyak hal, terutama ketika belajar tentang pendidikan, meskipun karakternya Onizuka sendiri yang terkenal gaje dan agak ngawur. But, he's really serious with teaching, menyejajarkan dirinya dengan murid-muridnya. And then, he finally gets the respect from his pupils.

    BalasHapus
  11. Wah dari ceritanya mayan nih, bisa belajar kalo nanti punya anak gimana. Heheheh. Mau coba cari bukunya, ah! :D

    BalasHapus
  12. wah, aku jadi penasaran dengan venus mbak, ketika mengetahui karangan si torey aku semakin penasaran soalnya aku pernah baca yang sheila dan bagus banget

    BalasHapus
  13. Aku beum pernah ngebacanya sama sekali. mungkin sewaktu saat bakalan nyoba untuk ngebaca. sepertinya bukunya menarik

    BalasHapus
  14. Wah kayaknya buku ini lebih seperti parenting book yah tapi dikemas dengan gaya tutur, saya nangkepnya buku ibi gakann terasa menggurui dibanding buku parenting book umumnya tapi entah yah belum baca juga

    BalasHapus
  15. Covernya kurang menarik ya, tapi kok isinya seru juga. Don't judge the book by its cover berlaku nih

    BalasHapus
  16. Bacaan lawas yg isinya wow...gak bisa diprediksi. Punya perpus atau milik sendiri sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Punya perpus. Kalau nyari sendiri susyah

      Hapus
  17. Aku sih zamannya dulu baca lima sekawan dan sejenisnya yang berbau-bau detektif hihi
    Kalau Torey ini baru dengar dan sepertinya bagus ya untuk parenting :)

    BalasHapus

Komentar, yuk!