Ketika di Dalam Penjara

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Judul: Ketika di Dalam Penjara
Penulis: Farhandika Mursyid
Editor: Kalis Mardi Asih
Penerbit: Orbit
Tahun Terbit: 2017
Halaman: 104
ISBN: 978-3092-43-7

“Berhenti menyalahkan diri. Ini saatnya kamu keluar dari penjara.”


Pernahkan kalian iseng untuk menonton video porno? Setelah sekali menonton, rasanya ingin menonton lagi kah? Ingin berhenti tapi belum bisa?

Beberapa waktu lalu saya membaca buku Ketika di Dalam Penjara, cerita dan fakta tentang kecanduan pornografi. Sekarang ini walaupun UU Pornografi sudah sangat diketati tapi fakta di lapangan, pornografi masih sangat mudah diakses.

Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan dan eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. (Hal 20)

Membaca buku ini saya jadi ingat diri saya sendiri. Kecanduan pornografi juga? Tidak, hanya saya pernah nonton video, lihat gambar porno dan membaca cerita porno. Ngeri? Iya. Lalu kenapa nonton? Karena saya pernah menulis fiksi dan saya butuh pengetahuan tentang pornografi. Saya harus bisa membedakan mana cerita porno, mana cerita erotis, mana cerita stensil. Kalau mau cari di Google, asli banyak banget!

Kembali ke buku Ketika di Dalam Penjara. Dalam buku ini kita tidak hanya menceritakan apa itu pornografi tapi juga fakta pornografi dan fakta kecanduan lain yang sangat dapat memengaruhi diri kita. Di halaman 40, ketika kita kecanduan sesuatu, ada 4 perubahan dalam otak yaitu sensitisasi, desensitisasi, hipofrontalitas, dan perubahan dalam respon terhadap stres.

Di buku ini juga ditunjukkan gejala kecanduan pornografi dan efek pornografi seperti perasaan bersalah, malu, bahkan seks bebas yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual. Ini ngeri banget deh!

Tapi tenang aja, buku ini juga memberikan tips agar berhasil jauh dari pornografi, yaitu: Berubah, Konsisten, dan Semangat! Intinya sih dari diri kita harus mau keluar dari jerat-jerat yang bikin kecanduan, baik narkoba maupun pornografi.

Kalau kamu baca buku ini, bahasa yang dipakai ringan kok, aman juga dari salah ketik. Dan sumber tulisannya juga bisa dicek didaftar pustakanya.

Kalau saya pribadi secara keseluruhan suka dengan tulisannya. Mungkin yang perlu diperbaiki adalah cara penyampaian dengan deskripsi yang menunjukkan ini lho bukan dialog. Karena ini bukan novel, saya rasa kurang pas walaupun itu sah-sah saja.

Buku ini layak dibaca buat kamu yang sedang berjuang untuk keluar dari kecanduan atau untuk umum agar dapat belajar supaya orang sekitar kita jauh dari pornografi.

Sampai jumpa. Happy Blogging!

Read and Review Challenge 2017 Self-Improvement & Self-Help

You Might Also Like

30 komentar

  1. wow, aq kira tadi buku fiksi. eh ternyata buku non fiksi. bagus nih buat dibagiin ke pecandu narkoba juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Kak Dian. Terimakasih sebelumnya telah ingin berencana membagi buku ini. Jika butuh materi buku ini secara on-line (softcopy), bisa kontakan saja dengan saya via WA (08117752866). Terimakasih.

      Hapus
  2. Bener! Kecanduan pornografi emang harus dihentikan..

    Ingat penjelasan ..dari pemerhati anak anak, kalo kecanduan narkoba bisa disembuhkan..toksin bisa hilang...

    Kecanduan pornografi merusak 5 bagian otak..dan sangat tidak mungkin disembuhkan..apalagi jika mengenai anak2 remaja yg pemikirannya belum matang sempurna..

    BalasHapus
  3. brrti kecanduan pornografi sangat susah di ilangkan yaa. butuh fase kali untuk menghilangkannya. buku nya kok jadi pengen di baca yaa.. cari di gogel palybook mana thau ada ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Kak Fajar. Terimakasih telah berkomentar di postingan ini. Jika ingin membaca buku saya, ada beberapa cara. Silahkan cari di link "bukuindie(dot)com" atau mungkin bisa kontak-kontakan dengan saya di WA (08117752866) untuk dapat bukunya secara online. Salam kenal!

      Hapus
  4. buku nonfiksi memang terbaik, aku termasuk salah satu penggemar nonfiksi
    benar juga urusan pornografi susah sembuhnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, Kak. Jika kakak berminat, bisa aja nih kita kontak-kontakan via WA (08117752866) atau email atau instagram.

      Hapus
  5. Blog baru ni ya...
    Hahaha..
    Oh iya seharusnya harus ada rehab juga untuk (penyakit) kecanduan pornografi.

    BalasHapus
  6. aku kira tadi itu judul novel lho, ternyata bukan. kayaknya yang namanya pornografi sangat jelek sekali pengaruhnya. semoga semakin banyak yang sadar dengan pengaruh jelek pornografi

    BalasHapus
  7. Bukunya cocok nih dihadiahkan buat teman yang kecanduan pornografi. Mereka pasti penasaran dan akhirnya baca, semoga juga langsung menerapkan tips yang ada dalam buku ini.

    BalasHapus
  8. Wahhhh, bukunya Mas Dokter. Oh, jadi ini serupa esai ya? Bukan dalam bentuk narasi, cerpen atau novel misal? Kemarin sempet janji sama mas farhan buat beli buku ini. Belum kecapaian nih.

    Saya ga mau komen masalah pornografinya ah. Akan sangat panjang :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah janji kah mas? Hahaha.. Ayok2 dibeli!

      Hapus
  9. Wah.. aku kenal penulisnya.... (Iya.. iya.. semua juga kenal, hihihi)
    Buku semacam ini memang harus dibuat ringan agar mudah dipahami. Jalur penulisan menggunakan dialog juga kadang malah memudahkan pembaca memahami. Balik ke selera juga sihh.....
    Asal jangan menulis dengan keras seperti Mas Anu itu. Duh... kepiye to dia itu. Btw, kita lama gak nggibah, ya. wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, ini siapa ya? Hahahaha... Ngapain menulis dengan keras, emang aku nulis pake batu gitu atau gimana di blog ini?

      Hapus
  10. Buku seperti ini penting banget untuk dibaca. Karena gimanapun juga wabah pornografi tanpa kita sadari sudah banyak membahayakan. Khususnya yang berkaitan dengan moral seseorang. Oh iya Mbak, Terima kasih telah membagikan tips yang ada di buku "Ketika Dalam Penjara" Mbak Jiah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting kok. Apalagi jika sudah ada yang beli, pasti jadi semakin penting. Hahahah. Bisa kontakan aku via WA kok untuk pembeliannya. Hahah.

      Hapus
  11. Wawwww rekomen banget berarti yaaa bukunyaaa. Suka gemas dengan yg kecanduan begini. Semoga bisa segera ada solusi pasti yaaa untuk pornografi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah. Bukuku terekomendasi. Jika mbaknya berminat, kita bisa kontak-kontakan via WA (08117752866) atau email saja. Insya Allah, cepat respon kok, terutama jika yang ngechat cewek cantik (oops, ampun kak!)

      Amin deh.

      Hapus
  12. wohh gak ketebak, kupikir novel. makasih mbak rekomendasinya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika mbaknya berminat, silahkan kontak saya via WA (08117752866) ya. Mungkin, jika cocok, bisa berjodoh kelak kita. Hahaha.

      Hapus
  13. Kecanduan pornografi banyak terjadi kalo diliat dari kasus kejahatan seksual. Kebanyakan berawal dari kecanduan pornografi. Semoga setelah membaca buku ini bisa memberikan pencerahan sekaligus self reminding buat semua

    BalasHapus
  14. Segala bentuk kecanduan apapun itu sangatlah berbahaya. Hemmm jadi penasaran sama buku non fiksi ini. Kira kira bagus ga ya klo dilihat dari sinopsisnya sih bagus

    BalasHapus
  15. Oalah kirain itu cerita erotis, porno, stensil sama aja, ternyata ada definisi masing masing ya jiah..

    Aku pernah baca review ini jg di blognya fandhi, intinya yg terpenjara itu pikirannya yak, pokoknya emang sesuatu yg bikin nagih itu berbahaya.. Salah satunya pornografi sih. Btw blognya baru lagi ya jiah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf kak, sudah berkali-kali dibilang kalo panggilanku bukan Fandi. Yaelah..

      Hapus
  16. Eh,ini bukunya Mas Farhan ya? Buku yang ditulis oleh pakarnya seperti mas Farhan yang seorang dokter pasti dasarnya kuat. Ilmu dan pengalaman biasanya gak akan salah ya...
    Ngeri juga kalau ngebahas tentang kecanduan pornografi. Sama dengan kecanduan narkoba, ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah aku jadi malu nih dibilang pakar. Aku bukan menulis ini sebagai pakar kok. Sebagai mantan pecandu yang masih berjuang kok ini.

      Hapus
  17. Aku pun sukak baca bukunya pak dokter Farhan.
    Karena masyarakat awam perlu banget diedukasi dengan cara yang tidak menggurui dan paling dekat dengan keseharian kita.


    Terus menulis yaa, dok.
    Ditunggu karya-karya berikutnya.

    BalasHapus
  18. Terimakasih ya Mbak Jiah telah ikut review, haha.

    Maaf baru bisa berkomentar di sini. Berhubung, baru saja kelar dari ujian pada stase yang cukup melelahkan. Dan juga, ingin beristirahat karena akan masuk lagi ke kandang buaya. Haduh

    Maaf jika harus mendesak, soalnya cukup antusias menunggu review dari teman-teman blogger. Kemarin, habis terkesan baca review dari blognya Mbak Lendy disertai komennya yang sangat membahagiakan hati sanubari. Halah.

    Awalnya, aku memutuskan untuk menggunakan sistem dialog itu karena entah kenapa info-info yang terkesan serius itu menurutku akan lebih mudah dan ramah jika disampaikan dengan cara dialog seperti itu. Semoga bermanfaat deh kelak bukunya. Meski, entah kenapa, agak sedikit munafik juga akunya dari isi buku sendiri.

    Hahahahah.

    BalasHapus

Komentar, yuk!